Field trip bagi mahasiswa kesehatan merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini memberi kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan teori di lapangan, mulai dari pelayanan kesehatan, manajemen fasilitas kesehatan, hingga edukasi masyarakat. Data dari Asosiasi Institusi Pendidikan Kesehatan Indonesia tahun 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 72 persen perguruan tinggi kesehatan memasukkan agenda field trip sebagai program wajib dalam kurikulum. Artinya, pengalaman lapangan menjadi fondasi yang harus dimaksimalkan oleh mahasiswa selama mengikuti kegiatan tersebut.
Persiapan Sebelum Field Trip
Agar field trip berjalan lancar dan memberi hasil optimal, beberapa persiapan perlu dilakukan. Pertama, mahasiswa harus memahami tujuan dan lokasi kegiatan. Ketahui fokus pembelajaran: apakah Keperawatan Komunitas, Kesehatan Lingkungan, Gizi, atau Administrasi Rumah Sakit. Dengan memahami tujuan sejak awal, mahasiswa dapat mempersiapkan diri lebih matang dan mencatat poin penting yang harus digali.
Selain itu, persiapan logistik juga wajib diperhatikan. Bawa perlengkapan penting seperti alat tulis, lembar observasi, identitas mahasiswa, dan kotak P3K kecil. Jangan lupa periksa kesehatan fisik agar tetap fit selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan survei kecil di lima perguruan tinggi kesehatan pada 2023, sekitar 46 persen mahasiswa mengaku merasa kurang siap saat field trip karena kurang mempersiapkan perlengkapan sejak awal.
Gunakan juga kesempatan sebelum keberangkatan untuk melakukan briefing bersama tim. Diskusikan pembagian tugas, seperti siapa yang akan melakukan wawancara, dokumentasi, atau analisis data lapangan. Dengan pembagian peran yang jelas sejak awal, kerja tim akan lebih efektif.
8 To Do List Selama Field Trip
Saat memasuki hari pelaksanaan, berikut delapan daftar kegiatan yang sebaiknya dilakukan mahasiswa kesehatan agar mendapatkan manfaat optimal:
- Mengamati alur pelayanan kesehatan dengan cermat.
- Mencatat proses atau prosedur standar operasional (SOP).
- Mengajukan pertanyaan kepada tenaga kesehatan yang bertugas.
- Berinteraksi dengan masyarakat atau pasien jika diperbolehkan.
- Mengumpulkan data lapangan berupa wawancara, survei, atau observasi.
- Mencatat kendala yang terjadi di lapangan dan solusi yang diterapkan.
- Mendokumentasikan kegiatan dan fasilitas sebagai bahan laporan.
- Melakukan refleksi harian untuk mencatat pembelajaran baru setiap hari.
Daftar ini akan membantu mahasiswa tetap fokus pada tujuan akademik dan tidak sekadar mengikuti kegiatan sebagai formalitas. Bagi kelompok yang sudah terbiasa melakukan field trip, poin-poin tersebut menjadi standar dalam pengumpulan data lapangan dan analisis. Saat sebuah kampus membagikan pengalaman field trip mahasiswa Stikes, umumnya delapan poin penting ini menjadi acuan dalam pelaporan.
Setelah Field Trip: Tindak Lanjut Penting
Selesai kegiatan bukan berarti tugas berakhir. Mahasiswa wajib melakukan tindak lanjut agar pembelajaran semakin melekat. Langkah pertama adalah menyusun laporan tertulis secara sistematis. Laporan umumnya memuat latar belakang, tujuan, temuan lapangan, analisis, dan kesimpulan dilengkapi dokumentasi pendukung.
Selanjutnya, lakukan presentasi kelompok agar setiap anggota bisa saling bertukar insight. Banyak program studi kesehatan menjadikan presentasi ini sebagai bentuk penilaian individu dan kelompok. Selain itu, refleksi pribadi juga penting dilakukan karena setiap mahasiswa mungkin memiliki pengalaman yang berbeda walau berada di lokasi yang sama.
Beberapa kampus bahkan mengadakan sesi evaluasi bersama instansi tempat field trip untuk memberikan masukan satu sama lain. Kegiatan ini terbukti bermanfaat karena membuka peluang kolaborasi lanjutan, seperti program pengabdian masyarakat atau penelitian mahasiswa.
Penutup
Field trip adalah proses pembelajaran yang memberi pengalaman langsung dan memperkaya wawasan mahasiswa kesehatan. Agar kegiatan ini memberikan manfaat maksimal, mahasiswa perlu mempersiapkan diri, menjalankan kegiatan secara aktif dan terstruktur, serta melakukan evaluasi setelahnya. Dengan begitu, field trip bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi pengalaman belajar yang mendalam dan berdampak positif bagi perkembangan kompetensi mahasiswa di bidang kesehatan.
